Ada dua model yang paling umum digunakan, yaitu model ISO dan model TCP/IP. Model ISO memiliki 7 layer, mulai dari Physical sampai Application, sedangkan model TCP/IP lebih sederhana dengan 4 layer, yaitu Network Access, Internet, Transport, dan Application.
Setiap layer memiliki fungsi tertentu. Misalnya, layer bawah bertugas mengirim data secara fisik, sedangkan layer atas berhubungan langsung dengan aplikasi seperti web atau email. Dengan adanya pembagian ini, proses komunikasi jaringan menjadi lebih terstruktur dan sistematis.
Jadi intinya, networking model adalah kerangka kerja yang membantu kita memahami bagaimana data dikirim dari satu perangkat ke perangkat lain dalam jaringan.
22. Before VS After Networking Model
Sebelum ada networking model, proses komunikasi jaringan terlihat sangat tidak teratur (chaos). Setiap fungsi seperti pengiriman data, enkripsi, pengecekan error, hingga aplikasi bercampur tanpa pembagian yang jelas. Akibatnya, alur kerja menjadi membingungkan dan sulit untuk dipahami maupun diperbaiki jika terjadi masalah.
Setelah networking model diperkenalkan, semua proses tersebut dibagi ke dalam beberapa layer yang tersusun rapi, seperti pada model ISO. Setiap layer memiliki tugas masing-masing, mulai dari Physical sampai Application. Dengan adanya pembagian ini, alur komunikasi menjadi lebih jelas, terstruktur, dan lebih mudah dipahami. Selain itu, troubleshooting juga jadi lebih mudah karena kita bisa fokus pada layer tertentu jika terjadi masalah.
23. Pengenalan ISO Layer
ISO Layer adalah model yang menjelaskan bagaimana proses komunikasi data dalam jaringan dengan membaginya menjadi 7 layer agar lebih terstruktur dan mudah dipahami.
Layer tersebut yaitu Physical, Data Link, Network, Transport, Session, Presentation, dan Application. Setiap layer memiliki fungsi masing-masing, misalnya Physical untuk pengiriman sinyal, Network untuk pengalamatan IP, dan Application yang berhubungan langsung dengan aplikasi pengguna.
Dengan adanya ISO Layer, proses komunikasi jaringan menjadi lebih rapi dan sistematis. Selain itu, model ini juga sangat membantu dalam troubleshooting, karena kita bisa mengetahui di layer mana masalah terjadi tanpa harus memeriksa semuanya.
24. Pengenalan TCP/IP
Pengenalan TCP/IP (Transmission Control Protocol / Internet Protocol) adalah dasar komunikasi dalam jaringan, terutama internet. TCP/IP merupakan kumpulan protokol yang mengatur bagaimana data dikirim, diterima, dan dipastikan sampai ke tujuan dengan benar.
Model TCP/IP terdiri dari 4 layer, yaitu Network Access, Internet, Transport, dan Application. Layer Network Access menangani pengiriman data secara fisik melalui media jaringan. Layer Internet berfungsi untuk pengalamatan IP dan pengiriman paket ke tujuan. Layer Transport mengatur proses pengiriman data, di mana terdapat TCP yang bersifat andal (reliable) dan UDP yang lebih cepat tetapi tanpa jaminan. Sedangkan Application layer berhubungan langsung dengan aplikasi seperti web, email, dan lainnya.
Proses kerjanya menggunakan konsep encapsulation, yaitu data dibungkus dari layer atas ke bawah saat dikirim, lalu dibuka kembali (decapsulation) saat diterima.
Secara umum, TCP/IP bersifat fleksibel dan menjadi standar utama dalam jaringan modern, sehingga sangat penting untuk dipahami dalam dunia networking.
25. TCP - IP Aplication Layer
Struktur TCP/IP
1. Application Layer (Lapisan Aplikasi) :
- Melayani antarmuka untuk aplikasi atau perangkat lunak untuk berkomunikasi melalui jaringan.
- Protokol: HTTP, FTP, SMTP dan lainnya.
Struktur OSI VS TCP/IP Model
TCP/IP Aplication Layer
Prosesnya dimulai dari user yang memasukkan URL di browser, misalnya alamat website. Setelah itu, browser akan menerjemahkan URL tersebut menjadi HTTP Request dan mengirimkannya ke web server. Request ini berisi permintaan data, seperti halaman web yang ingin dibuka.
Kemudian, web server menerima dan memproses permintaan tersebut. Server akan mencari data yang diminta, lalu mengirimkan kembali ke browser dalam bentuk HTTP Response. Response ini berisi status (misalnya berhasil atau tidak) serta isi halaman web.
Terakhir, browser menerima response tersebut dan menampilkan hasilnya ke user dalam bentuk webpage yang bisa dilihat di layar.
Jadi alurnya adalah: User → Browser → HTTP Request → Server → HTTP Response → Browser → Webpage. Ini menunjukkan bagaimana Application Layer bekerja langsung dengan aplikasi seperti browser untuk menampilkan data ke pengguna.
26. TCP/IP Transport Layer
Lapisan Transport berfungsi mengatur proses pengiriman data dan memastikan komunikasi antar aplikasi berjalan dengan baik. Pada layer ini terdapat dua protokol utama, yaitu TCP dan UDP.
TCP (Transmission Control Protocol) menggunakan koneksi saat mengirim data sehingga data dikirim secara berurutan dan lebih aman karena memiliki pengecekan kesalahan. Namun, proses pengirimannya lebih lambat.
Sedangkan UDP (User Datagram Protocol) tidak menggunakan koneksi dan tidak melakukan pengecekan kesalahan, sehingga pengiriman data lebih cepat tetapi kurang aman dibandingkan TCP.
27. TCP/IP Network Layer
Network Layer berfungsi memberikan IP address pada setiap perangkat agar dapat saling terhubung dan berkomunikasi di jaringan. Layer ini juga mengatur proses pengiriman data dari sumber ke tujuan agar tidak terjadi salah pengiriman data.
Protokol utama pada layer ini adalah IP (Internet Protocol) yang memiliki dua fungsi penting, yaitu addressing untuk memberi alamat unik pada setiap perangkat dan routing untuk menentukan jalur terbaik agar data dapat sampai dengan cepat dan tepat ke tujuan. Selain itu, layer ini juga membantu proses komunikasi antar jaringan yang berbeda.
28. TCP/IP Data Link & Physical Layer
Data Link Layer berfungsi mengatur proses pengiriman data pada jaringan serta mendefinisikan protokol yang digunakan pada Physical Layer. Pada layer ini terdapat fitur FCS (Frame Check Sequence) yang digunakan untuk mendeteksi kesalahan data saat pengiriman, tetapi tidak melakukan perbaikan error.
Addressing yang digunakan pada Data Link Layer adalah MAC Address, yaitu alamat fisik yang dimiliki setiap perangkat jaringan.
Sedangkan Physical Layer berfungsi mendefinisikan media fisik yang digunakan untuk menghubungkan perangkat jaringan, seperti kabel dan perangkat keras lainnya.
Jika dianalogikan, MAC Address merupakan nama perangkat, sedangkan IP Address adalah alamat perangkat tersebut.
29. Encapsulation & Decapsulation
Encapsulation adalah proses pada komputer pengirim, di mana data dipecah menjadi bagian kecil lalu dibungkus sesuai layer jaringan. Setiap layer menambahkan informasi seperti alamat dan kontrol data agar data dapat dikirim dengan benar melalui jaringan.
Sedangkan Decapsulation adalah proses pada komputer penerima, yaitu membuka setiap pembungkus data secara berurutan hingga data kembali menjadi utuh seperti semula.
Intinya:
-
Encapsulation = proses membungkus data sebelum dikirim
-
Decapsulation = proses membuka dan menyusun kembali data yang diterima
Komentar
Posting Komentar