IP Address dan Subnetting
IP Adress dan Subnetting
8. Pengenalan IP Address dan Subnetting
IP Address
IP Address (Internet Protocol Address) adalah alamat unik yang digunakan untuk:
mengidentifikasi setiap perangkat dalam jaringan
memungkinkan perangkat saling berkomunikasi
Bagian IP Address
IP Address terdiri dari dua bagian:
- Network ID → menunjukkan jaringan
- Host ID → menunjukkan perangkat
Jenis IP Address
1. IPv4
- 32 bit
- Format angka desimal (4 blok)
2. IPv6
- 128 bit
- Format heksadesimal
Subnet Mask
Subnet Mask adalah angka yang digunakan untuk:
membedakan Network ID dan Host ID
menentukan apakah perangkat berada dalam jaringan yang sama
Cara Kerja Subnet Mask
- 255 → bagian network
- 0 → bagian host
Contoh:
- IP: 192.168.1.10
- Subnet: 255.255.255.0
Network ID: 192.168.1
Host ID: 10
9. IP Classfull vs Classless
Classful vs Classless Addressing
Dalam pengalamatan IP, terdapat dua metode utama, yaitu:
Classful Addressing
Classless Addressing (CIDR)
Keduanya digunakan untuk mengatur pembagian IP Address dalam jaringan
Ciri-ciri Classful
- Subnet mask sudah ditentukan (default)
- Tidak fleksibel
- Sering terjadi pemborosan IP
Ciri-ciri Classless
- Lebih fleksibel
- Bisa menentukan subnet sesuai kebutuhan
- Lebih efisien dalam penggunaan IP
Kesimpulan
- Classful → sistem lama, sederhana tapi tidak fleksibel
- Classless (CIDR) → sistem modern, fleksibel dan efisien
- Saat ini jaringan menggunakan Classless
10. VLSM
Pengertian VLSM
VLSM (Variable Length Subnet Mask) adalah teknik subnetting yang:
menggunakan panjang subnet mask yang berbeda-beda dalam satu jaringan
Artinya, kita bisa membuat subnet dengan ukuran yang tidak sama, sesuai kebutuhan.
Tujuan VLSM
VLSM digunakan untuk:
- Menghemat penggunaan IP Address
- Menyesuaikan jumlah host di setiap jaringan
- Membuat jaringan lebih efisien
Konsep Dasar VLSM
Dalam VLSM:
- Setiap subnet bisa memiliki jumlah host berbeda
- Subnet dibuat berdasarkan kebutuhan (tidak sama rata)
Berbeda dengan subnetting biasa yang membagi sama besar
11. Perhitungan VLSM (Network)
Selanjutnya kita tentukan subnet mask-nya. Karena /27, kita fokus pada oktet terakhir. Nilai biner 8 bit itu kalau diubah ke desimal menjadi 128, 64, 32, 16, 8, 4, 2, dan 1. Untuk /27 berarti kita ambil tiga bit tambahan setelah /24, yaitu 128 + 64 + 32, hasilnya 224. Maka subnet mask-nya adalah 255.255.255.224.
Dari sini kita bisa cari nilai blok dengan rumus 256 dikurangi angka terakhir subnet mask. Jadi 256 - 224 menghasilkan 32. Angka 32 ini adalah ukuran lompatan setiap subnet, jadi network akan bertambah 0, 32, 64, 96, dan seterusnya.
Untuk mengetahui IP 192.16.12.90 berada di subnet mana, kita tinggal melihat dia masuk ke rentang yang mana. Karena subnetnya bertambah 32, maka ada rentang 64 sampai 95, dan angka 90 berada di dalamnya. Jadi network address-nya adalah 192.16.12.64 dan broadcast-nya 192.16.12.95. Sementara IP yang bisa dipakai berada di antara itu, yaitu dari 192.16.12.65 sampai 192.16.12.94.
Terakhir, jumlah subnet bisa dihitung dari berapa bit yang dipinjam dari host. Dari /24 ke /27 berarti meminjam 3 bit, sehingga jumlah subnet adalah 2 pangkat 3, yaitu 8 subnet. Jadi keseluruhannya, dengan /27 kita mendapatkan 8 subnet, masing-masing berisi 32 IP, dengan 30 IP yang bisa digunakan untuk host.
12. Perhitungan VLSM (Host & Broadcast)
Untuk menghitung jumlah host, digunakan rumus 2^h - 2, di mana h adalah jumlah bit host atau bit 0. Misalnya h = 5, maka 2⁵ = 32, lalu dikurangi 2 menjadi 30. Jadi ada 30 IP yang bisa digunakan oleh host, karena 1 IP dipakai sebagai network address dan 1 lagi sebagai broadcast address.
Untuk mencari broadcast, hasil 31 memang benar, tetapi bukan karena rumus “jumlah host + 1”. Angka tersebut berasal dari total IP dalam satu subnet, yaitu 32. Perhitungannya dimulai dari 0 sampai 31, sehingga IP pertama (0) adalah network dan IP terakhir (31) adalah broadcast.
Jadi kesimpulannya, jumlah host dihitung dengan 2^h - 2, sedangkan broadcast adalah alamat terakhir dalam satu blok subnet, yaitu network ditambah total IP dikurangi 1.
13. Konsep Subnetmask
Subnet mask terdiri dari angka biner yang isinya kombinasi 1 dan 0. Angka 1 menandakan bagian network, sedangkan angka 0 menandakan bagian host. Misalnya /24 berarti ada 24 bit bernilai 1 untuk network, dan sisanya 8 bit untuk host. Itu sebabnya subnet mask /24 sama dengan 255.255.255.0.
Fungsi utama subnet mask adalah untuk menentukan apakah dua IP masih berada dalam satu jaringan atau tidak. Selain itu, subnet mask juga dipakai untuk menghitung jumlah subnet, jumlah host, serta menentukan network address dan broadcast address.
Jadi intinya, subnet mask adalah “pembatas” yang membagi IP address menjadi bagian network dan host, sehingga kita bisa mengatur dan mengelola jaringan dengan lebih terstruktur.
Komentar
Posting Komentar